Mateng, Porossulbar.com– Awal semester baru tahun 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumu Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) resmi mengaktifkan kembali jalur distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ribuan paket makanan bergizi mulai dikirimkan sejak pagi hari tadi ke berbagai sekolah di wilayah jangkauan layanan.
Kembalinya aktivitas distribusi ini disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik setelah masa libur panjang akhir tahun.
Guna memastikan kualitas dan ketepatan waktu, tim dapur SPPG Lumu telah memulai persiapan sejak dini hari. Proses pengolahan bahan pangan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjamin standar nutrisi dan kebersihan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
” Kami menyadari bahwa hari pertama sekolah pelayanan pasca libur panjang adalah momen penting. Oleh karena itu, tim kami telah memastikan seluruh rantai pasokan, mulai dari bahan baku segar hingga armada distribusi, siap beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah,” ujar Kepala SPPG Lumu, Peni Eldiana, Kamis, 08/01/26.
Menu Seimbang untuk Semangat Baru
Di awal tahun 2026 ini, SPPG Lumu juga memperkenalkan variasi menu baru yang dirancang khusus untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Menu hari ini mencakup:
Sumber Karbohidrat: Nasi putih pulen.
Protein Hewani: Ikan segar pilihan (hasil tangkapan lokal) dan telur.
Vitamin & Mineral: Sayuran hijau serta buah musiman.
Pelengkap: Susu steril untuk mendukung pertumbuhan.
Komitmen Keberlanjutan
Program distribusi MBG oleh SPPG Lumu merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
”Anak-anak sangat senang kembali mendapatkan makanan di sekolah. Ini sangat membantu orang tua dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang benar-benar sehat saat mereka belajar,” ungkap salah satu Kepala Sekolah yang menerima distribusi pagi ini.
Sepanjang tahun 2026, SPPG Lumu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan, termasuk berkolaborasi dengan petani dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan baku utama guna menggerakkan ekonomi daerah.

Comment