Mamuju – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan bahwa peningkatan kualitas aparatur sipil negara harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi yang terukur. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Penilaian Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural bagi pegawai yang mengikuti perpindahan dari jabatan lain ke Jabatan Fungsional Perencana dan Analis Anggaran Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara hybrid pada Senin (29/6) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melalui Zoom Meeting.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Perencana dan Analis Anggaran yang dibuka oleh Asesor Ahli Utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Ibnu Choldun.
Dalam sambutannya, Ibnu Choldun menekankan bahwa Jabatan Fungsional Perencana dan Analis Anggaran memegang peranan penting dalam memastikan kualitas perencanaan pembangunan serta pengelolaan anggaran kementerian berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Ia juga mengingatkan agar setiap perencanaan yang disusun mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Uji kompetensi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari proses pemenuhan persyaratan perpindahan jabatan sekaligus untuk memastikan pejabat fungsional memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur dalam mendukung pencapaian target organisasi.
Kanwil Kemenkum Sulawesi Barat mengikutsertakan satu orang peserta yang menjalani seluruh tahapan seleksi. Pelaksanaan ujian dilakukan secara daring dengan sistem pengawasan berlapis melalui pembagian breakout room berdasarkan rumpun jabatan dan penerapan metode dual-camera monitoring guna menjaga integritas serta objektivitas proses penilaian.
Rangkaian uji kompetensi meliputi penilaian kompetensi manajerial, sosial kultural, serta sesi wawancara. Tahap wawancara dimanfaatkan untuk mendalami aspek integritas, komitmen, moralitas, dan karakter peserta yang tidak sepenuhnya dapat diukur melalui ujian berbasis komputer.
Seluruh pelaksanaan kegiatan di Kanwil Kemenkum Sulawesi Barat berlangsung dengan lancar. Dukungan jaringan internet dan perangkat pendukung yang memadai memungkinkan seluruh tahapan ujian terlaksana sesuai jadwal tanpa kendala teknis yang berarti.
Saefur Rochim menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi ASN merupakan investasi jangka panjang dalam membangun birokrasi yang profesional dan adaptif terhadap dinamika organisasi.
“Melalui uji kompetensi ini, kita memastikan bahwa pejabat fungsional memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan integritas yang sesuai dengan tuntutan jabatan. SDM yang kompeten akan menjadi kunci terciptanya perencanaan yang berkualitas, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin optimal,” ujar Saefur Rochim.
Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulawesi Barat dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Comment